Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Jangan Sembarangan Memberi Bunga ke Orang Lain, Berikut Hanakotoba dari Beberapa Jenis Bunga yang Perlu Anda Ketahui!

Erie Dewangga • Kamis, 7 November 2024 | 12:00 WIB
Bunga Sakura atau Cherry Blossom yang menyimbolkan siklus kehidupan. (Dok. Pixabay/Kohji Asakawa)
Bunga Sakura atau Cherry Blossom yang menyimbolkan siklus kehidupan. (Dok. Pixabay/Kohji Asakawa)

JawaPos.com — Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa bunga memiliki makna, seperti mawar merah wajib dibeli oleh para kekasih di Hari Valentine, bunga aster adalah tanda kepolosan, dan tidak ada perayaan Natal yang lengkap tanpa poinsettia merah yang meriah. Terkadang, cinta paling kuat justru saat tak terucapkan; disampaikan melalui gerakan agung atau tindakan penghargaan yang halus. Orang Jepang ahli dalam komunikasi secara tak langsung ini, yang menemukan bentuk ekspresi terbesarnya dalam seni hanakotoba atau bahasa rahasia bunga.

Karena tradisi hanakotoba sudah cukup dikenal di seluruh Jepang, orang-orang pun akan berhati-hati dalam memilih bunga yang paling tepat untuk digunakan dalam desain atau diberikan sebagai hadiah untuk berbagai maksud dan tujuan. Memilih jenis atau warna bunga yang salah bukan hanya tidak enak dipandang, tetapi juga dapat dianggap menyinggung, tidak sopan, atau dianggap membawa sial.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Lempar Buket Bunga Pengantin: Asal Usul, Makna, dan Popularitasnya Saat Ini

Penasaran dengan hanakotoba dari berbagai jenis bunga yang ada? Yuk, simak artikel berikut membahas beberapa makna di balik keindahan bebungaan itu.

 

Sakura, Cerminkan Siklus Kehidupan

Sebagai lambang sejati Negara Matahari Terbit, bunga sakura melambangkan ketidakkekalan berbagai hal sekaligus keindahan masa kini. Bunga Sakura memiliki identitas yang kuat karena mewakili pemerintahan Jepang sejak zaman Nara. Simbol keindahan dan kelembutan, bunga ini digunakan dalam seni, haiku, dan sastra Jepang.

Bunga sakura sangat penting dalam budaya Jepang sehingga dirayakan setiap tahun selama festival Hanami. Dengan bunga berwarna putih atau merah muda dan aroma yang lembut, bunga ini biasanya mekar dari bulan April hingga Mei, tergantung pada spesiesnya.

Dikaitkan dengan musim semi, pohon sakura melambangkan pembaruan, kegembiraan, dan harapan. Selain itu, bunganya mencerminkan siklus kehidupan. Bunganya memancarkan kecemerlangan yang luar biasa namun cepat berlalu saat layu setelah hanya lima belas hari, mengingatkan semua manusia akan akhir hidup mereka. Jadi, bunga sakura merupakan undangan untuk menikmati hidup.

 

Plum, Simbol Kemuliaan, Kesabaran, dan Keberuntungan

Bunga plum atau Ume mungkin adalah bunga Jepang kedua yang paling terkenal setelah sakura. Meski berasal dari Cina, bunga ini sudah lama diminati di Jepang bahkan sebelum sakura diasosiasikan dengan hanami (tradisi melihat bunga), ume atau plum sudah lebih dulu menjadi bintang dari acara semacam itu.

Anda akan menemukan pohon-pohon ume di seluruh Jepang, utamanya di sekitar kuil-kuil Tenjin karena mereka memuliakan dewa pembelajaran, Sugawara no Michizane, yang kabarnya menyukai bunga plum.

Secara umum, bunga ume mengandung makna mulia, sabar, dan setia, semuanya bersifat positif. Namun, hanakotoba sedikit berubah tergantung pada warnanya, misalnya plum merah yang berarti elegan atau plum putih yang bermakna halus.

Bunga ume hampir cocok untuk segala situasi. Dalam bahasa Jepang, ada ungkapan yang disebut 松竹梅 (sho-chiku-bai), yang mengacu pada "tingkatan" suatu hidangan. Semakin tinggi kualitasnya, semakin tinggi pula tingkat-nya. "Sho" (pinus) adalah tingkat terendah, sedangkan "bai" (pengucapan lain untuk plum) tingkatan tertinggi. Jadi, bunga plum dianggap membawa keberuntungan dan dapat digunakan untuk acara apa pun.

 

Kamelia, Lambang Kesederhanaan, Keindahan, sampai Kehilangan

Bunga kamelia, yang dikenal sebagai tsubaki dalam bahasa Jepang, adalah bunga yang telah disukai orang Jepang sejak zaman dahulu. Bunga ini muncul beberapa kali dalam Manyoshu—kompilasi waka (puisi Jepang) tertua yang ada, yang berasal dari tahun 759 M—dan kini menjadi bahan populer dalam berbagai jenis produk kecantikan Jepang.

Kamelia memiliki banyak arti tergantung pada warnanya. Kamelia merah: sederhana, rendah hati; kamelia putih: cantik, menawan, indah; dan kamelia merah muda: keindahan yang halus, cinta yang lembut, kebijaksanaan.

Meskipun bunga ini dapat menjadi hadiah yang bagus, jangan berikan kepada siapa pun yang sedang sakit atau membawanya ke sebuah kompetisi! Ketika bunga tsubaki mati, alih-alih kelopaknya yang berkibar lembut dari kepala bunga, seluruh kepala bunga akan patah, yang menandakan kehilangan atau bahkan kematian.

Baca Juga: Lokasi Toko Bunga di Kawasan Bintaro, Tangerang Selatan dan Sekitarnya: Buket Wisuda, Pernikahan, Hingga Karangan Bunga Acara

 

Krisan, Simbol Harapan Umur Panjang dan Kebahagiaan Abadi

Sebagai simbol keluarga kekaisaran di Jepang, bunga krisan membangkitkan kesan kebangsawanan. Bunga ini pun ditemukan pada stempel kekaisaran, dokumen administratif, dan koin 50 yen.

Di Asia, bunga ini juga dikaitkan dengan kebahagiaan dan umur panjang. Di Jepang, kelopak bunga berwarna emas di dasar gelas anggur akan membawa anda umur panjang dan bahagia. Bunga krisan juga dikagumi selama Kiku Matsuri, sebuah festival yang dirayakan setiap musim gugur di bulan November.

Buket bunga krisan kuning mengekspresikan sinar matahari dan keabadian di Jepang. Bunga merah dapat menyampaikan pesan cinta sementara bunga putih mengekspresikan duka cita. Bunga ini ditemukan di pemakaman atau Hari Raya Semua Orang Kudus.

 

Bunga Matahari, Simbol Musim Panas serta Cinta dan Kekaguman

Bunga matahari, himawari dalam bahasa Jepang, berasal dari Amerika, tetapi perdagangan membawanya ke Jepang sekitar tahun 1661-1672 pada zaman Edo. Sejak saat itu, bunga matahari lambat laun mendapatkan popularitas di kalangan orang Jepang.

Kini, bunga kuning nan indah ini sudah menjadi pemandangan yang umum di musim panas, dan anda dapat menemukannya di tempat-tempat seperti Bukit Soleil di Prefektur Kanagawa. Jika menonton anime, anda mungkin juga melihat bunga matahari muncul dalam berbagai adegan musim panas, yang merupakan bukti popularitasnya.

Arti umum hanakotoba dari bunga matahari adalah "Aku hanya melihatmu." Namun, seperti banyak bunga lainnya dalam artikel ini, arti bunga matahari berubah tergantung pada warna dan ukurannya.

Bunga matahari putih menyimbolkan cinta yang lembut; bunga matahari ungu melambangkan duka dan kesedihan; bunga matahari raksasa dimaknai sebagai cinta palsu serta kekayaan palsu; dan bunga matahari kerdil berarti kemuliaan dan cinta.

Hal yang membedakan bunga matahari dari beberapa bunga lain adalah bahwa jika anda berencana untuk memberikannya kepada seseorang di Jepang, maka anda harus memperhatikan jumlah bunganya! Bukan tanpa alasan, itu karena maknanya juga akan berubah sesuai jumlah bunga matahari yang diberikan.

Bila anda memberikan satu bunga matahari, maka itu sama dengan menyatakan bahwa anda Jatuh cinta pada orang tersebut pada pandangan pertama; bila menyerahkan tiga bunga matahari, maka anda akan dianggap sedang melakukan pengakuan cinta; kalau tujuh bunga matahari yang anda berikan, maka artinya cinta anda adalah sebuah rahasia; 11 bunga matahari, berarti cinta sejati; dan 108 bunga matahari sama dengan ajakan untuk menikah.

 

Bunga Wisteria Melambangkan Mabuk Cinta dan Posesif

Sama seperti bunga lainnya yang disebutkan di atas, bunga wisteria atau fuji juga sangat dicintai dalam kebudayaan Jepang, bahkan muncul di Manyoshu dan The Tale of Genji klasik.

Kebanyakan orang mungkin mengenali versi ungu bunga wisteria, yang biasanya terlihat melilit terali. Wisteria ungu dapat diartikan mabuk karena cintamu, deskripsi yang cocok untuk mencerminkan betapa memesonanya wisteria. Akan tetapi, bunga wisteria juga memiliki beberapa hanakotoba umum seperti baik dan kami menyambut anda.

Namun, tahukah anda bahwa fuji juga membawa beberapa makna yang cukup suram? Salah satunya adalah "tidak akan membiarkanmu pergi," makna yang berasal dari bagaimana fuji sering ditemukan di dekat pohon pinus dan tumbuh menyelimuti pohon tersebut seperti menolak untuk melepaskannya. Ada pula arti lain dari bunga wisteria, yaitu "tidak dapat disembuhkan." Jadi, jangan berikan ini kepada siapa pun yang sakit di Jepang!

 

Bunga Yuri yang Simbolkan Kemurnian, Kepolosan, dan Menikmati Hidup

Bunga lily atau lebih dikenal dengan nama yuri dalam bahasa Jepang dapat ditemukan di banyak wilayah di seluruh dunia, termasuk di sebagian besar negara Asia dan Eropa. Ada sekitar 15 jenis bunga Lily yang asli dari Jepang seperti bunga goldband lily atau yamayuri, yang kabarnya merupakan asal muasal bunga lily modern. Meskipun tidak sepopuler beberapa bunga yang disebutkan di atas, bunga lily sangat layak dilihat saat anda berada di Jepang.

Bunga lily mengandung beberapa hanakotoba positif, seperti murni, polos, dan bermartabat. Bunga lili oranye sering digunakan untuk menunjukkan sisi-sisi kehidupan yang lebih ringan, dengan mana bunga ini berfungsi sebagai pembawa pesan untuk saat-saat menyenangkan yang dapat dibagikan, dan saat-saat yang gemilang. Jika berlebihan, pesan ini dapat dengan cepat berubah menjadi tergesa-gesa dan terlalu bersemangat, jadi peringatan di balik pesan positif secara keseluruhan ini adalah untuk menikmati hidup, tanpa terlalu tergesa-gesa.

 

Editor : Hendra
#bunga matahari #bunga wisteria #bunga sakura #jepang #bunga krisan #bunga