Sebagai alat pembersih sehari-hari, spons cuci piring kerap terpapar air, sisa makanan, dan berbagai kotoran lainnya saat mencuci peralatan makan dan dapur. Untuk mencegah penyebaran bakteri dan menjaga kebersihan dapur, mengganti spons secara rutin adalah langkah yang sangat penting. Spons kotor dapat menjadi sumber kontaminasi yang serius.
Dilansir dari Goodhousekeeping.com, Selasa (5/11), berikut adalah tujuh cara praktis untuk mengganti spons cuci piring agar peralatan makan dan dapur anda tetap bersih dari bakteri.
1. Spons Cuci Piring Cepat Kotor
Spons cuci piring sering bersentuhan dengan sisa makanan dan cairan dari peralatan dapur, menciptakan kondisi lembab yang ideal bagi bakteri untuk berkembang. Spons berpori ini dapat dengan mudah menyimpan partikel makanan, yang menjadi sumber nutrisi bagi mikroba.
Penelitian menunjukkan bahwa spons cuci piring mengandung miliaran bakteri per 100 cm², menjadikannya salah satu benda terkotor di rumah. Kondisi ini tentu memerlukan perhatian khusus agar spons tetap bersih dan higienis.
2. Kapan Waktu Mengganti Spons
Para ahli menyarankan untuk mengganti atau membersihkan spons setiap minggu agar tetap higienis. Spons yang digunakan terus-menerus tanpa dibersihkan dengan benar berpotensi menularkan bakteri ke peralatan dapur lainnya.
Membersihkan atau menggantinya seminggu sekali membantu mencegah penumpukan bakteri yang berlebihan. Langkah ini sangat penting untuk menjaga kebersihan peralatan makan dan masak sehari-hari.
3. Cara Tepat Mencuci Spons
Spons dapat dicuci dengan mesin cuci atau direndam dalam desinfektan khusus selama sekitar 15 menit. Setelah dicuci, spons perlu dibilas dan diperas untuk memastikan sisa desinfektan terangkat dengan sempurna.
Proses ini membantu membersihkan spons dari bakteri dan jamur yang menempel di dalam pori-pori spons. Biarkan spons kering secara alami untuk menghindari kondisi lembab yang memicu pertumbuhan mikroba.
4. Manfaat Spons Silikon
Spons silikon menjadi pilihan alternatif karena lebih tahan lama dibanding spons sintetis biasa. Spons ini tidak menyerap air seperti spons tradisional, sehingga tidak mudah lembab dan lebih higienis.
Spons silikon aman untuk mencuci panci anti-lengket karena tidak menyebabkan goresan. Beberapa spons silikon juga dapat dicuci dalam mesin pencuci piring, membuatnya mudah dibersihkan.
Baca Juga: Tujuh Rahasia Menjaga Kesehatan Tulang agar Tetap Kuat dan Terhindar dari Risiko Osteoporosis
5. Pentingnya Mencuci Spons Harian
Selain pembersihan mingguan, spons perlu dibilas setiap hari setelah digunakan. Setelah dipakai, bilas spons dengan air panas, peras, dan keringkan untuk mengurangi bakteri yang menempel.
Suhu tinggi dari air panas membantu membunuh mikroba dan menjaga kebersihan spons sehari-hari. Kebiasaan ini penting untuk menghindari bau apek dan jamur yang dapat muncul jika spons dibiarkan basah.
6. Memilih Jenis Spons yang Sesuai
Pemilihan jenis spons tergantung pada kebutuhan dan jenis peralatan yang sering dicuci. Spons silikon lebih tahan lama dan ramah lingkungan, namun tidak cocok untuk peralatan yang membutuhkan banyak busa.
Spons sintetis lebih ekonomis dan efektif dalam membersihkan peralatan kaca dan peralatan makan. Menggunakan jenis spons yang sesuai membantu menjaga kebersihan dapur secara lebih efisien.
7. Kombinasi Spons untuk Hasil Terbaik
Memiliki spons silikon dan spons biasa di dapur dapat membantu mencakup semua kebutuhan pembersihan. Spons silikon dapat digunakan untuk membersihkan panci atau wajan, sedangkan spons biasa berguna untuk peralatan makan.
Kombinasi ini memberikan fleksibilitas dalam mencuci berbagai jenis peralatan dengan tepat. Dengan menggunakan keduanya, kebersihan dapur dapat terjaga secara maksimal.
Merawat spons cuci piring dengan menggantinya secara berkala membantu menjaga kebersihan dapur. Spons yang bersih mengurangi risiko kontaminasi dan memastikan peralatan tetap higienis.
Editor : Candra Mega Sari