JawaPos.com – Baik ringan ataupun parah, hampir seluruh manusia di muka bumi pernah merasakan tidak nyamannya sakit kepala. Rasa seperti ditusuk, berdenyut, atau nyeri membuat sakit kepala sangat menghambat kegiatan sehari-hari.
Sakit kepala yang ringan sekalipun bahkan juga dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Rasa tidak nyaman akibat sakit kepala terkadang membuat penderita mengharapkan rasa tersebut untuk lekas hilang dan tidak kembali lagi.
Rasa sakit yang dialami pada bagian kepala terkadang membuat ‘salah kaprah’ dan dianggap bahwa sakit tersebut terjadi karena cedera pada otak. Walaupun tidak dapat dikatakan sepenuhnya salah, namun otak merupakan salah satu organ pada tubuh manusia yang tidak dapat merasakan sakit.
Lalu, mengapa saat luka, memar, atau nyeri pada area mana pun dapat disimpulkan bahwa di bagian tersebut terdapat rasa sakit?
Tubuh manusia dilewati oleh banyak saraf. Saraf-saraf yang terdapat pada tubuh manusia berfungsi mengirimkan sinyal ke otak untuk memicu suatu respons.
Sakit kepala dapat terjadi ketika otot, saraf kepala dan leher, atau pembuluh darah yang menuju ke otak mengalami peradangan, iritasi, atau menegang yang kemudian mengimpit (menekan) sistem saraf.
Ketika saraf terimpit karena salah satu dari hal tersebut, maka akan mengaktifkan saraf nyeri yang kemudian akan mengirimkan sinyal ke otak dan membuat seseorang merasakan nyeri, denyutan, atau sensasi seperti ditusuk di area kepala.
Selain dipicu oleh otot, saraf, dan pembuluh darah yang terkontraksi, terdapat pemicu lain yang dapat menyebabkan rasa sakit pada bagian kepala. Berikut ini beberapa pemicu sakit kepala yang memberikan rasa tidak nyaman.
Terlalu Sering Minum Alkohol
Alkohol dibuat dengan bahan utama etanol, jika dikonsumsi terlalu sering alkohol dapat menyebabkan tubuh kekurangan garam, vitamin, dan mineral penting. Karena kekurangan tersebut kemudian memicu dehidrasi, zat kimia pada otak tidak seimbang, dan yang terakhir sakit kepala selama berjam-jam atau bahkan beberapa hari.
Pola Tidur yang Berantakan
Waktu tidur yang berubah-ubah dapat menyebabkan sakit kepala muncul secara tiba-tiba. Sama seperti manusia yang memiliki jadwal atau waktu sendiri, tubuh juga memiliki waktu atau ritme yang tidak boleh diubah-ubah, jika ritme menjadi kacau akhirnya dapat memicu sakit kepala.
Tekanan Stres
Stres yang berlebihan menjadi pemicu sakit kepala yang paling umum. Saat stres otak melepaskan zat kimia tertentu yang mengakibatkan perubahan pada pembuluh darah. Selain itu stres juga dapat mengakibatkan kecemasan, kekhawatiran, kelelahan mental yang berujung pada gangguan tidur yang pada akhirnya dapat menyebabkan sakit kepala.
Baca Juga: Tujuh Cara Sederhana Mengelola Stres agar Kesehatan Mental Para Siswa Tetap Stabil
Kekurangan Cairan dan Telat Makan
Kekurangan cairan atau dehidrasi seperti yang disebutkan sebelumnya dapat mengakibatkan sakit kepala. Air atau H2O memiliki kandungan oksigen di dalamnya, otak membutuhkan oksigen untuk dapat berfungsi dan mengirimkan sinyal ke organ tubuh lain.
Oleh karena itu ketika kekurangan cairan, otak akan berkontraksi yang mengakibatkan sakit kepala sebagai sebuah respons atas kekurangan oksigen.
Tidak hanya kekurangan cairan, telat makan juga dapat menyebabkan sakit pada bagian kepala. Telat makan karena ketidaksengajaan atau disengaja karena sedang menjalani diet yang terlalu ekstrem dapat menyebabkan tubuh kekurangan kadar gula darah. Jika kadar gula darah terlalu rendah maka dapat memicu sakit kepala.
Kebiasaan Merokok
Kebiasaan merokok dipercayai dapat menyebabkan sakit kepala. Mengutip dari Cleveland Clinic, walaupun belum ada jawaban yang pasti para peneliti memiliki beberapa teori yang dapat menjawab kontribusi rokok sebagai pemicu sakit kepala.
Nikotin atau zat utama yang dapat ditemukan pada tembakau dapat menyebabkan saraf menjadi lebih sensitif terhadap sinyal sakit, selain itu persempitan pembuluh darah juga dapat terjadi karena nikotin. Karena saraf yang lebih sensitif dan mengurangnya aliran darah ke otak akhirnya dapat menyebabkan sakit kepala.
Postur Tubuh yang Buruk
Terdengar sepele tetapi postur tubuh yang buruk juga dapat mengakibatkan sakit kepala akibat otot yang menegang. Ketika sedang duduk di depan komputer terlalu lama, biasanya tubuh akan condong ke depan atau membungkuk, jika terlalu lama dalam posisi ini maka otot pada bagian leher dan punggung dapat menegang.
Selain itu mengutip dari Ciputra Medical Center, postur yang buruk juga dapat menghambat laju aliran darah dan oksigen ke otak. Terhambatnya aliran darah, oksigen, dan menegangnya otot bagian leher dan punggung akhirnya dapat menyebabkan sakit kepala.
Baca Juga: Rahasia Tubuh Sehat dan Bugar, Kenali Lebih Dekat Berbagai Jenis Vitamin dan Manfaatnya
Cara Alternatif Mencegah dan Mengatasi Sakit Kepala
Sering merasakan sakit kepala tentunya sangat membuat tidak nyaman, ada banyak hal tidak dapat dilakukan karena rasa tidak nyaman yang dihasilkan oleh sakit kepala.
Tentunya ketika sakit yang dapat dilakukan adalah meminum obat untuk melegakan rasa sakit. Tetapi mengonsumsi obat terlalu sering dapat mengakibatkan tubuh menjadi kebal dan dapat membuat obat tidak memberikan efek.
Selain meminum obat sakit kepala untuk mengatasi rasa nyeri, berdenyut, dan sensasi tidak nyaman. Terdapat beberapa cara alternatif yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi rasa sakit pada kepala.
- Minum air putih yang cukup per hari, bagi orang dewasa sangat dianjurkan untuk minum air sebanyak dua liter dalam satu hari atau setara dengan delapan gelas.
- Tidur yang cukup dan teratur, bukan tidur secara berlebihan.
- Perbanyak asupan makanan yang sehat dan tinggi gizi.
- Olahraga secara rutin, terlebih lagi untuk yang mengalami stres berlebihan sangat dianjurkan untuk mengikuti olahraga seperti yoga.
- Menghindari konsumsi alkohol secara berlebihan.
- Mengurangi kebiasaan merokok yang berlebihan.
- Membenarkan postur tubuh untuk menghindari terjadinya tegang otot pada area leher dan punggung.