JawaPos.com - Ada kejutan tak terduga di hari ulang tahun Jeong-yoon. Saat melintas, dia bertemu Jun-woo, seorang asing yang meramalkan kalau dia akan mati enam jam lagi. Bisakah Jeong-yoon selamat dari nasib buruk itu?
Di Seoul, Jeong-yoon (Park Ju-hyun) tinggal sendirian. Dia bercita-cita mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Tapi, impian itu masih jauh buat digapai. Setiap hari dia bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan. Termasuk bekerja paro waktu di minimarket. Di sana, dia bertemu dengan detektif polisi Ki-hoon (Kwak Si-yang), pelanggan yang lalu jadi temannya.
Kejutan muncul di hari ulang tahun Jeong-yoon. Dia berpapasan dengan Jun-woo (Jaehyun NCT), yang baru pertama ditemuinya. Jun-woo meramalkan, Jeong-yoon akan meninggal enam jam lagi karena ditikam di bagian dada. Jeong-yoon skeptis, mengira Jun-woo hanya ingin menipunya.
Namun, Jun-woo bersikukuh. Dia memaparkan ramalannya yang terbukti benar. Akhir ramalannya juga sama: dua perempuan yang dia hubungi meninggal secara tragis. Jeong-yoon pun percaya. Keduanya perlahan mencari tahu kebenaran di balik kematian beruntun itu. Secara kebetulan, serangkaian insiden tersebut sama seperti dugaan kasus pembunuhan berantai yang diusut Ki-hoon.
Setelah penyelidikan panjang, Ki-hoon menemukan tersangka utama: Jun-woo. Setiap korban menerima panggilan masuk tentang ramalan sebelum meninggal. Mirip dengan yang dialami Jeong-yoon. Pertanyaannya, siapa yang benar? Ramalan Jun-woo atau penyelidikan Ki-hoon?
You Will Die in 6 Hours adalah adaptasi kedua novel karya Kazuaki Takano, menyusul versi film Jepangnya di 2008. Film tersebut memiliki premis menarik seputar takdir. Ketiga cast utama –Jaehyun NCT, Park Ju-hyun, dan Kwak Si-yang– juga tampil apik dengan detail ekspresi dan gesturnya. Sayang, cerita yang apik itu dituturkan dengan berantakan. Film terasa dragging sebelum dikebut dan dipaksa diselesaikan di sepertiga terakhir durasi tayang. Penonton seperti ’’dicekoki” akhir cerita yang terburu-buru dan kurang memuaskan.
Diwawancarai Cine21, Jaehyun menceritakan, dirinya menerima tawaran setelah merampungkan membaca naskah You Will Die in 6 Hours di sela tur konser. ’’Naskahnya sangat menarik. Jadi, aku membacanya sangat cepat. Karakter Jun-woo juga abu-abu. Dia aneh lantaran kemampuan supranaturalnya, tapi juga kesepian dan merana karena itu,” ujarnya.
Penulis Kazuaki Takano, yang juga menjadi penulis skrip versi film Jepangnya, menyatakan antusias karyanya diadaptasi di Korea. ”Aku tersentuh saat karyaku dan tokoh-tokoh di dalamnya ’terlahir baru’. Kuharap, adaptasi ini bisa menambah nilai pengalaman kalian membaca atau menonton versi orisinalnya,” paparnya.
Takano menyatakan, You Will Die in 6 Hours adalah paduan misteri dan suspense. Penonton dibawa menyelesaikan teka-teki sembari berusaha menghindari ramalan buruk. Jaehyun pun sepakat. Dia menilai, hal tersebut menjadi kunci kisah itu bisa diterima luas. ”Rasa takut dan cemas adalah emosi yang universal,” imbuhnya. (fam/c6/dra)
Editor : Hendra