Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Perawatan di Rumah untuk Anak dengan Flu Singapura: Isolasi dari Yang Sehat, Tetap Mandi Cegah Infeksi

Ferlynda Putri Sofyandari • Minggu, 3 November 2024 | 08:35 WIB

 

Maria Elisea, mengecek suhu badan anaknya, Pia Mikayla Alesha saat melakukan penanganan pertaman untuk anak di Kawasan Darmo Permai (24/4).
Maria Elisea, mengecek suhu badan anaknya, Pia Mikayla Alesha saat melakukan penanganan pertaman untuk anak di Kawasan Darmo Permai (24/4).

JawaPos.com - Hand foot and mouth disease (HFMD) atau lebih dikenal dengan flu Singapura kerap membuat orang tua khawatir. Sebab, penularannya cepat. Selain itu, virus tersebut menyebabkan luka di mulut dan ruam di tubuh. Bahkan bisa menyebar ke usus hingga otak. Berbahaya.

 

Penyakit yang disebabkan virus Coxsackievirus dan Human enterovirus itu sering menginfeksi anak-anak. Meskipun pada beberapa kasus, orang dewasa juga bisa terpapar penyakit tersebut.

Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI Prof Dr dr Edi Hartoyo SpA(K) menjelaskan, penyakit itu bisa menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu singkat. Bahkan cuma memakan waktu 24 jam. ”Virus masuk, lalu menyebar dalam waktu 24 jam seperti cacar air,” katanya.

Penyakit itu bisa masuk ke usus. Kemudian, menginfeksi saraf pusat hingga jantung. Dia menyatakan, HFMD ke otak dapat menyebabkan meningitis. Namun, menurut Edi, yang terjadi di Indonesia bersifat ringan, yakni adanya sariawan dan ruam. ”Untuk obatnya, bergantung gejala apa yang muncul,” tuturnya.

Yang bergejala ringan tidak harus dirawat di rumah sakit. Edi membagikan tips langkah pertama dalam penanganan HFMD di rumah adalah mengisolasi pasien dari anggota keluarga lainnya yang sehat.

Hal itu penting untuk mengurangi risiko penularan. ”Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung dan tidak langsung,” kata Edi dalam diskusi media di Jakarta, Senin (28/10).

Baca Juga: Jajanan Latiao Berbakteri Terdeteksi di Tangerang Selatan, BPOM Temukan Bakteri Beracun yang Picu Sakit Perut, Mual, dan Muntah

Orang tua juga disarankan untuk memperhatikan pola makan pasien HFMD. Edi mengingatkan pentingnya asupan nutrisi yang seimbang, termasuk karbohidrat, protein, lemak, serat, mineral, dan vitamin. Nutrisi yang baik dapat membantu meningkatkan sistem imun anak dalam melawan virus.

Setelah berkonsultasi dengan tenaga medis, penting bagi orang tua memastikan anak meminum obat sesuai petunjuk. Obat seperti parasetamol dapat membantu meredakan demam. Istirahat yang cukup juga diperlukan untuk pemulihan.

Karena sering muncul ruam, acap kali orang tua ragu apakah anak boleh mandi atau tidak. Namun, Edi merekomendasikan agar pasien HFMD tetap mandi secara rutin untuk menjaga kesehatan kulit. ”HFMD menyebabkan lesi berupa vesikel. Jika tidak dibersihkan, bisa terkontaminasi dan menyebabkan infeksi,” jelasnya. Dia menyarankan penggunaan antiseptik saat mandi.

Selain cara perawatan, Edi mengingatkan orang tua untuk waspada terhadap gejala serius. Gejala yang perlu diperhatikan meliputi demam tinggi di atas 38,5 derajat Celsius, penolakan untuk makan, dan penurunan kesadaran. ”Jika anak mengalami penurunan kesadaran, segera bawa ke fasilitas kesehatan. Ini bisa menjadi tanda komplikasi serius seperti radang otak atau meningitis,” ungkap Edi. (lyn/c6/nor)

Editor : Hendra
#flu singapura #demam #anak #idai #flu #virus