JawaPos.com —Deepavali atau Diwali, adalah salah satu festival yang paling semarak bagi umat Hindu di India. Tahun ini festival Deepavali jatuh pada tanggal 31 Oktober, di mana diyas dan kembang api akan menerangi seluruh negeri di malam tergelap di bulan Kartik dalam agama Hindu.
Festival ini melambangkan kemenangan cahaya atas kegelapan, awal yang baru, dan supremasi pengetahuan atas ketidaktahuan. Perayaan yang berlangsung selama lima hari ini dapat ditelusuri akarnya kembali ke festival panen kuno di Asia Selatan.
Di zaman modern, kisah Diwali ditafsirkan secara berbeda tergantung pada wilayah dan kepercayaan orang-orang yang merayakannya. Namun, di tengah keragaman kisah Diwali, ada tema umum yang menyatukan berbagai interpretasi, yaitu kemenangan kebaikan atas kejahatan.
Penasaran dengan perayaan yang semarak dengan gemerlap cahaya ini? Yuk, simak artikel berikut membahas sejarah dan makna festival Deepavali bagi masyarakat India.
Asal-usul Deepavali
Deepavali, salah satu festival keagamaan utama dalam agama Hindu serta kepercayaan Jainisme dan Sikhisme, berlangsung selama lima hari dari hari ke-13 pada paruh gelap bulan lunar Ashvina hingga hari kedua paruh terang bulan lunar Karttika. (Tanggal yang sesuai dalam kalender Gregorian biasanya jatuh pada akhir Oktober dan November.)
Namanya berasal dari istilah Sansekerta, yang berarti "deretan cahaya." Festival ini umumnya melambangkan kemenangan cahaya atas kegelapan. Teks-teks India kuno seperti Padma Purana, Vishnu Purana, dan Kalika Purana, serta lakon Nagananda karya Harsha, serta prasasti batu dan tembaga menyebutkan festival ini sebagai Deepotsava, Deepotsavam, Deepavali, Divali, dan Divalige.
Mengutip situs Britannica, perayaan Deepavali berbeda-beda tergantung pada wilayah dan tradisi. Di antara umat Hindu, adat yang paling umum adalah menyalakan diyas (lampu kecil dari tanah liat yang diisi dengan minyak) pada malam bulan baru.
Selama festival, diyas dinyalakan dan ditempatkan berderet-deret di sepanjang tembok pembatas kuil dan rumah, serta dibiarkan hanyut di sungai dan anak sungai. Rumah-rumah dihias, dan lantai dalam dan luar ditutupi dengan rangoli, yang terdiri dari desain rumit yang terbuat dari beras berwarna, pasir, atau kelopak bunga. Pintu dan jendela rumah dibiarkan terbuka dengan harapan Lakshmi akan menemukan jalan masuk dan memberkati penghuninya dengan kekayaan dan kesuksesan.
Alasan Umat Hindu Merayakan Deepavali
Deepavali, seperti telah disebutkan, adalah festival Hindu besar yang dirayakan di seluruh negeri oleh orang India dari semua agama. Disebut juga sebagai 'festival cahaya', Deepavali yang datang pada akhir Oktober atau awal November disebut juga sebagai festival pascapanen dengan beberapa mitos yang terkait dengannya.
Cerita rakyat yang paling sering dikaitkan dengan perayaan festival ini, terutama di India Utara, berasal dari epos Hindu Ramayana dan Mahabharatadengan mana Deepavali dipercaya dirayakan untuk memperingati kembalinya Rama, Sita, Lakshmana, dan Hanuman untuk memerintah Ayodhya, setelah mengalahkan Rahwana serta menyambut kepulangan kelima Pandawa dari 13 tahun pengasingannya.
Di India Barat, festival ini menandai hari ketika Dewa Wisnu, Sang Pemelihara mengutus Raja iblis Bali untuk menguasai dunia bawah.
Sedangkan, di India Selatan, festival ini menandai kemenangan dewa Krishna atas iblis Narakasura. Dalam Jainisme, ini adalah hari ketika Mahavira mencapai Nirwana. Suku Newar Nepal memanjatkan doa kepada Lakshmi, dewi kekayaan dan kemakmuran Hindu; Suku Newar mencakup para pengikut Hinduisme, Vajrayana Buddhisme, dan tradisi yang terkait dengan keduanya.
Bagi beberapa komunitas, terutama mereka yang berkecimpung dalam bisnis dan perdagangan, Diwali menandai dimulainya tahun keuangan Hindu, samvat, dan Dewi Lakshmi disembah di malam hari. Banyak pemilik toko dan usaha kecil mengganti buku rekening mereka, atau bahi khaata, pada hari ini.
Baca Juga: Rekomendasi Kafe 24 Jam Free Wi-Fi di Serpong Tangerang Selatan, Cocok Buat yang Hobi Begadang!
Festival Cahaya yang Singkirkan Kegelapan dalam Diri Manusia
Deepavali, seperti yang telah diketahui, disebut sebagai festival cahaya.
Salah satu alasan mengapa cahaya begitu penting dalam kehidupan manusia adalah cara alat visual kita dibuat. Bagi makhluk lain, eksistensi cahaya berarti bertahan hidup. Namun, bagi manusia, cahaya bukan hanya tentang melihat atau tidak melihat. Munculnya cahaya dalam kehidupan kita menandakan awal yang baru dan, yang terpenting, kejelasan.
Alih-alih menjadi kemungkinan yang luar biasa, kecerdasan justru menjadi masalah bagi banyak orang. Mereka mungkin menyebut penderitaan mereka dengan berbagai nama, seperti stres, kecemasan, depresi, kegilaan, atau kesengsaraan. Namun, pada dasarnya, itu berarti kecerdasan mereka telah berbalik melawan mereka.
Jika manusia menderita sendirian, tanpa ada yang mengusiknya, itu berarti kecerdasan bekerja melawan diri mereka sendiri. Karena ini adalah sifat keberadaan manusia, kejelasan adalah hal yang sangat penting. Itulah sebabnya cahaya itu penting, sebab cahaya berarti kejelasan.
Diwali menjadi penting karena ia merupakan festival yang didedikasikan untuk kejelasan, untuk menyingkirkan kegelapan dalam diri manusia.
Editor : Hendra