JawaPos.com - Dunia yang mereka ketahui ini terpecah karena adanya kepercayaan dan ketakutan akan kutukan yang dapat dengan mudah menular lewat sentuhan. Maka dari itu mereka memisahkan diri dari dunia luar. Akan tetapi ada satu anak perempuan yang tertinggal di luar dan ia berhasil selamat berkat guru.
Seri “The Girl from the Other Side: Siuil, a Run” atau dengan judul versi bahasa Jepang “Totsukuni no Shoujo” merupakan karya Nagabe yang diterbitkan secara serial di majalah bulanan Monthly Comic Garden milik penerbitan Mag Garden.
Di seri ini kita akan bertemu dengan Shiva, anak perempuan misterius yang belum tertular kutukan walaupun tinggal bersama seseorang yang telah terkutuk, dan Guru, wali Shiva yang telah terkena kutukan.
Baca Juga: Sinopsis Hosomura-San With Cat’s Snack: Menu-Menu Makanan Sehari-Hari untuk Kita dan Anabul
Pada awalnya kita mengetahui bahwa Shiva ditinggalkan oleh neneknya karena ia harus pindah mendekat ke kastel demi perlindungan dari kutukan. Untungnya Shiva ditemukan oleh Guru yang kemudian merawat Shiva.
Kutukan yang mereka takuti ini dapat mengubah mereka menjadi sosok hitam berkepala tengkorak hewan. Dan perlahan-lahan populasi penduduk kerajaan ini makin menurun karena banyak yang tertular.
Raja menyuruh para tentaranya untuk membunuh semua orang yang dicurigai telah tertular, akan tetapi hal tersebut malah membuat para tentara takut akan orang-orang yang tinggal di luar kastel.
Sehingga para tentara menghabisi banyak orang. Entah mereka telah tertular atau tidak. Lalu tubuh-tubuh mereka ditinggal di luar kastel.
Guru adalah seseorang yang telah tertular dan tinggal di sebuah rumah jauh dari tembok perbatasan kastel.
Karena ia telah tertular, ia tidak lagi merasa lapar, haus, maupun lelah. Walaupun begitu, ia terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Shiva.
Karena kutukan tersebut, Guru juga kesulitan untuk mengingat masa lalunya sebelum ia berubah menjadi sosoknya yang sekarang.
Guru juga harus melindungi Shiva dari para makhluk-makhluk hitam yang dapat menyebar kutukan tersebut. Dan juga dari para prajurit suruhan raja yang mencurigai bahwa Shiva dapat membebaskan mereka dari kutukan tersebut.
Guru juga tidak mengetahui asal usul Shiva. Siapa orang tuanya, karena ia anak adopsi. Dari mana ia lahir, karena ia ditemukan di hutan. Dan apakah benar ia dapat membebaskan orang-orang dari kutukan, karena ternyata kitab-kitab yang mereka baca tidak seutuhnya benar.
Seri ini pertama diterbitkan pada September 2015 sampai Maret 2021 dengan jumlah total 11 volume. Lalu mendapatkan film animasi adaptasinya atas lisensi dari Crunchyroll pada Maret 2022.
Seri ini bertema fantasi gelap dan bergaya gothic, sehingga tidak semua orang dapat menikmatinya. Cerita yang dibawa juga berat dan membuat kita harus berpikir keras, sehingga kurang cocok untuk anak-anak.
Selain itu juga ada gambar-gambar yang kurang enak dilihat pula karena banyaknya adegan pembunuhan massal oleh para prajurit.
Akan tetapi Nagabe berhasil membuat kita mempertanyakan apakah hitam benar-benar gelap dan apakah putih benar-benar terang. Karena itu beliau berhasil membuat pembacanya berpikir kritis.
Editor : Hendra