Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Kono Oto Tomare! Sounds of Life: Belajar Menghargai Kesenian Musik Tradisional Jepang hanya Dengan Baca Komik

Alberta Dionny Natanuel • Senin, 14 Oktober 2024 | 09:30 WIB

Sampul komik manga dan cover Kono oto Tomare. (Dok. Anime Network)
Sampul komik manga dan cover Kono oto Tomare. (Dok. Anime Network)

JawaPos.com - Jepang merupakan negara yang indah dan penuh dengan keajaiban dari kesenian tradisionalnya. Dari kesenian musik, lukisan, teater, dan lain-lain. Seri Kono Oto Tomare! Sounds of Life ini akan mengajarkan kita mengenai kesenian musik asli Jepang dari alat musik tradisional “koto”. 

Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, koto adalah alat musik petik mirip harpa yang memiliki 13 senar dan bridge yang dapat digeser. Biasanya mencapai panjang 190 cm dan dimainkan di atas lantai disangga oleh paha. 

Di seri karya Amyuu Sakura ini menceritakan anggota terakhir club musik koto di sekolahnya, Takezou Kurata, yang kebingungan untuk merekrut anak-anak baru agar clubnya tidak ditutup oleh pihak sekolah. Tapi hal tersebut tidak mudah karena peminat koto tidaklah banyak. 

Sampai akhirnya ia bertemu dengan Chika Kudou, preman sekolah yang ditakuti oleh semua orang. Chika tiba-tiba mengatakan akan bergabung ke club ini. 

Ditemani dengan ketiga teman Chika lainnya, Saneyasu Adachi, Michitaka Sakai, dan Kouta Mizuhara, serta anak baru yang merupakan jagoan koto Satowa Houzuki, club tersebut memiliki peluang untuk bertahan.

Tapi, wakil kepala sekolah tidak suka dengan Chika dan teman-temannya dan merasa club koto sekolah mereka hanya akan membuang-buang dana sekolah. Maka ia memberikan para anggota club koto sebuah tantangan yaitu, tampil di depan semua orang di sekolah dengan bagus atau club koto akan ditutup.

Menerima tantangan tersebut, semua anggota club buru-buru mencarikan koto untuk masing-masing anggota dan melatih para anggota baru untuk bermain koto. 

Selama proses latihan mereka, masing-masing anggota mulai terlihat karakter asli mereka. Dan Takezou dapat mengetahui bagaimana Chika mendapatkan label preman tersebut. 

Setelah berhasil membuktikan kepada wakil kepala sekolah dan semua orang di sekolah bahwa mereka serius belajar koto dan bercita-cita akan menjadi pemain koto terhebat se-Jepang, mereka melanjutkan perjalanan mereka ke turnamen koto tingkat daerah hingga nasional. 

Seri manga ini dipublikasi sejak tahun 2012 dan masih berjalan hingga sekarang serta memiliki 31 volume. Tapi adaptasi animenya hanya memiliki 26 episode yang dimulai pada April 2019 hingga Desember 2019. 

Seri ini juga mendapatkan adaptasi teater dimana para pemainnya juga mempelajari bagaimana memainkan koto sebelum naik ke panggung. Pertunjukkan ini diadakan pada tahun 2019 di tiga lokasi saja, yaitu Tokyo, Fukuoka, dan Osaka. 

Seri ini ber-genre drama dengan tema musik dan kehidupan sekolah, serta dirating 13 keatas. 

Pada volume-volume pertama, cerita yang dibawakan masih terasa ringan karena hanya menceritakan proses latihan awal mereka. Tapi semakin kedepannya, plotnya mulai terasa gelap dan berat karena membawakan kisah-kisah latar belakang tiap karakter.

Takezou yang dirundung di sekolah sebelumnya. Chika yang sempat menjadi preman. Dan Satowa yang membawa beban keluarganya untuk menjadi pemain koto terbaik. 

Walaupun begitu, seri ini dapat dinikmati pelan-pelan dan kita juga akan mendengar lagu original yang khusus dibuat untuk seri ini. 

Editor : Hendra
#anime #jepang #manga #komik