JawaPos.com – Istilah psikologi mengenai masalah dalam diri seseorang mengenai emosi maupun kebutuhan seperti masa kanak-kanak atau disebut inner child.
Inner child merupakan trauma pada saat kanak – kanak yang tidak teratasi dan kembali terjadi pada usia dewasa. Atau dengan kata lain, inner child merujuk pada sifat kekanak-kanakan dalam seorang dewasa.
Setiap manusia memiliki inner child, namun masing masing terbentuk dengan berbeda pengalaman ketika masa kanak – kanak. Inner child yang merupakan salah satu proses pembentukan karakter seseorang.
Dilansir dari laman Kemenkes, tidak semua orang mengetahui tanda inner child terluka dikarenakan pengalaman buruk di masa kanak – kanak, bisa jadi peristiwa buruk di masa kecil dianggap sebagai hal normal dan menyebabkan seseorang mengubur rasa sakit peristiwa tersebut.
Membutuhkan waktu untuk memulihkan inner child yang terluka, namun perlu memahami tanda – tanda luka inner child terlebih dahulu. Berikut merupakan tanda yang terjadi ketika memiliki inner child, yang dilansir Kementerian Kesehatan.
Takut Ditinggalkan
Memiliki ketakutan akan ditinggalkan oleh orang lain merupakan salah satu tanda inner child yang terluka. Memiliki perasaan tidak dapat jauh dari pasangan, sangat bergantung, tidak mandiri, merasa tidak layak untuk dicintai, insecure, menjadi gangguan kecemasan dan depresi.
Selalu Merasa Bersalah
Rasa bersalah merupakan penyesalan yang dialami seseorang setelah melakukan kesalahan. Rasa bersalah menjadi tanda inner child yang terluka karena sering dibuat merasa bersalah ketika masa kecil dan susah untuk sembuh.
Memiliki Trust Issue
Tanda ini biasanya dimiliki seseorang terutama pada masa kecilnya sering dibohongi, dicurangi, dimanipulasi dan cenderung mempertanyakan niat orang lain.
Hal tersebut awalan dari mekanisme bertahan dari rasa sakit akibat dikhianati orang lain. Akibatnya, seseorang dengan inner child yang terluka akan lebih menolak untuk percaya kepada orang lain.
Takut Menetapkan Batasan Privasi
Seseorang dengan inner child yang terluka biasanya susah untuk menetapkan batasan dan menegakkannya, contohnya seperti people pleaser atau menerima seluruh permintaan orang lain yang mengganggu kenyamanan dan tidak berani mengatakan “tidak”.
Emosional yang Tinggi
Kemarahan yang besar bisa jadi merupakan tanda inner child yang terluka karena pada masa anak – anak mengalami ketidakadilan yang membuat frustasi karena tidak dapat mengungkapkannya.
Takut Menyatakan Pendapat Pribadi
Pada masa kecil, mungkin seseorang terbiasa mengikuti aturan orang tua tanpa diberi kesempatan untuk berdiskusi dan menentukan pilihan, sehingga nantinya saat menjadi dewasa, seseorang akan lebih takut untuk merencanakan, berpendapat dan mengambil keputusan untuk dirinya sendiri.
Setiap manusia memiliki pengalaman hidup yang berbeda – beda, mungkin melalui jalan yang mulus atau bahkan diantaranya melewati pengalaman tersebut dengan luka dan penuh perjuangan di setiap masanya. Sehingga, agar tidak mewariskan luka batin kepada keturunan selanjutnya dengan menyadari tanda mengenai inner child yang terluka.
Editor : Hendra