Lifestyle News Pendidikan Tangsel Update Photo Video

Sinopsis Manga Ex Yakuza and Stray Kitten: Ketika Mantan Anggota Gang Membuka Kafe Anjing dan Kucing Terlantar

Alberta Dionny Natanuel • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 07:00 WIB

Cover manga Ex Yakuza and Stray Kitten. (Dok. Seven Seas Ent.)
Cover manga Ex Yakuza and Stray Kitten. (Dok. Seven Seas Ent.)

JawaPos.com - Ternyata menggabungkan kafe hewan peliharaan dengan rumah singgah hewan yang diselamatkan bukanlah ide yang buruk. Tapi apa yang akan terjadi kalau pemiliknya adalah mantan gangster. Kita akan tahu ceritanya melalui seri komik berjudul “Hiroware Koneko to Moto Yakuza” atau versi terjemahannya “Ex Yakuza and Stray Kitten” karya Riddle Kamimura. 

Suaka untuk anjing dan kucing liar atau jalanan sudah mulai sering terlihat akhir-akhir ini. Hal tersebut ada karena besarnya rasa sayang para pemilik hewan terhadap hewan-hewan terlantar di jalanan. 

Agar anjing dan kucing jalanan dapat merasakan hidup yang layak, dimana mereka tidak kelaparan, kepanasan, ataupun kedinginan, mulai banyak organisasi-organisasi pecinta hewan mendirikan rumah-rumah singgah untuk para hewan. 

Setelah itu hewan-hewan akan menjalankan rehabilitas agar mereka dapat diadopsi ke dalam keluarga yang akan menyayangi mereka. 

Tentunya selama suaka atau rumah singgah ini bekerja, mereka akan membutuhkan dana agar tempat tersebut dapat terus berjalan. Bagaimana kalau mereka menjalankan kafe hewan dimana para tamu dapat bertemu dengan para hewan yang siap untuk diadopsi.

Itulah ide yang dibuat oleh Jin, mantan yakuza yang memiliki bekas luka cakaran besar di wajahnya. 

Baca Juga: Viral Tren Boyfriend Application Sudah Sampai Tangerang Selatan, Terobosan Baru atau Hanya Sensasi dalam Pencarian Pasangan di Era Digital?

Seri ini dimulai dengan Jin yang menemukan anak kucing di pinggir jalan ketika sedang hujan. Dengan lapang dada, Jin menerima anak kucing tersebut dan memberinya nama Sabu. 

Tapi Sabu yang melihat Jin dengan muka dengan bekas luka besar langsung berpikiran buruk. Ia pasti akan digemukkan untuk diambil kulitnya dan dibuat menjadi karpet atau alat musik. Akan tetapi Sabu langsung luluh karena kenyamanan dan kehangatan tempat tinggal barunya. 

Setelah terbiasa tinggal bersama Jin, Sabu diperkenalkan kepada staff-staff kafe hewan lainnya. Dengan empat aturan, jangan lupa makan, jangan lupa istirahat, dengarkan senior-seniormu, dengarkan mereka dengan baik. 

Ternyata para karyawan lainnya adalah kumpulan anjing dan kucing yang sudah direhabilitasi. Seperti si Boss, kucing besar berbulu tebal yang sama-sama memiliki bekas luka cakar di wajahnya, Gonzaemon, seekor anjing corgi yang kedua kaki belakangnya lumpuh, dan lain-lain. 

Dalam seri ini kita dapat melihat sudut pandang para hewan dan mengetahui perkataan mereka serta pikiran mereka terhadap tiap topik yang dibawakan di tiap chapternya. 

Cafe Fluffy dijalankan seorang diri oleh Jin, dan kafe tersebut juga memiliki beberapa aturan. Minimal pesanannya adalah satu minuman, silakan bermain dengan para hewan, jangan terlalu berisik, jangan mengejar para hewan, dan jangan menggunakan flash untuk memfoto hewan.

Serta semua hewan yang ada di kafe dapat diadopsi, apabila ada anjing atau kucing yang memikat hati, jangan sungkan atau malu-malu bertanya. 

Tak lupa Jin juga memperkenalkan Sabu ke boss yakuza dimana ia dulu bekerja. Karena para anggota yakuza juga pecinta hewan. Mereka masing-masing memiliki satu atau dua peliharaan yang imut-imut, seperti hamster, kelinci, ikan, dan reptil.

Keseharian Sabu dipenuhi dengan aktivitas yang asyik dan tawa ria berkat Jin dan senior-seniornya. Dari ketahuan mencuri cemilan, hingga trauma kunjungan dokter hewan yang sama-sama bermuka seram. 

Seri ini dapat dinikmati oleh pembaca semua umur dan bergenre komedi slice of life. Pengarangnya berhasil mengemas cerita unik ini dengan sangat baik hanya dalam empat volume saja. 

Pada volume terakhirnya, terdapat tagline “Livin’ in a gangsta’s purradise!” yang sangat cocok untuk menggambarkan cerita seri ini. 

Seri komik ini belum diterjemahkan ke bahasa indonesia, tapi dapat ditemukan di toko-toko online berbahasa inggris.

 
Editor : Hendra
#anime #manga